Cara Alami Turunkan Hipertensi

 

KEHIDUPAN kota yang bising, penuh persaingan dan beban pekerjaan yang tinggi membuat seseorang mudah terkena hipertensi. Celakanya, penyakit ini sering mengundang penderitaan lainnya. Misal stroke dan sakit jantung. ‘Tiga bersaudara’ ini seolah trio yang sulit dipisahkan.
Makan berlebihan, life style yang kacau, sering stres, banyak merokok dan minum minuman keras adalah biang penyebab tekanan darah tinggi. Tengkuk biasanya lalu tegang bila bangun pagi, sukar konsentrasi, susah tidur dan sulit buang air besar.
Gejala ini sama dengan penderita stres.
Tekanan darah tinggi bukan monopoli manusia modern, tapi juga sering dialami nenek moyang. Karena itu banyak bahan alami dan racikan ditemukan untuk mengatasi penyakit ini. Bawang putih, buah wuni, belimbing wuluh, belimbing manis, seledri, mentimun, jeruk nipis dan lain-lainnya adalah bahan alami yang sering digunakan orang-orang terdahulu untuk menyembuhkan hipertensi.
Salah satu cara yang pernah dilakukan leluhur adalah dengan mengambil 
seperempat genggam daun meniran, digiling halus, kemudian ditambah setengah gelas air masak lalu diperas. Hasilnya diminum sekaligus. Lakukan cara ini 2-3 kali sehari selama sekitar lima hari maka tekanan darah tinggi akan turun.
Atau ingin dengan merasakan khasiat racikan jamu?
Inilah racikan jamu yang pernah dilakukan nenek moyang. Ambil 20 lembar daun murbei, 8 buah ranti, 1/2 sdt (sendok teh) adas, 1/4 jari pulasari. Seluruh bahan dicuci, dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air bersih, ditambah 3 jari gula aren, biarkan sampai airnya menjadi 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum 3 kali sehari. Lakukan cara ini dalam beberapa hari.
Daun murbei dan rand, penurun hipertensi.
KORAN MERAPI Sabtu Legi, 14 Januari 2006
macetcet          KEHIDUPAN kota yang bising, penuh persaingan dan beban pekerjaan yang tinggi membuat seseorang mudah terkena hipertensi. Celakanya, penyakit ini sering mengundang penderitaan lainnya. Misal stroke dan sakit jantung. ‘Tiga bersaudara’ ini seolah trio yang sulit dipisahkan.
Makan berlebihan, life style yang kacau, sering stres, banyak merokok dan minum minuman keras adalah biang penyebab tekanan darah tinggi. Tengkuk biasanya lalu tegang bila bangun pagi, sukar konsentrasi, susah tidur dan sulit buang air besar. Gejala ini sama dengan penderita stres.
          Tekanan darah tinggi bukan monopoli manusia modern, tapi juga sering dialami nenek moyang. Karena itu banyak bahan alami dan racikan ditemukan untuk mengatasi penyakit ini.
Bawang putih, buah wuni, belimbing wuluh, belimbing manis, seledri, mentimun, jeruk nipis dan lain-lainnya adalah bahan alami yang sering digunakan orang-orang terdahulu untuk menyembuhkan hipertensi.
Salah satu cara yang pernah dilakukan leluhur adalah dengan mengambil ;
seperempat genggam daun meniran, digiling halus, kemudian ditambah setengah gelas air masak lalu diperas. Hasilnya diminum sekaligus. Lakukan cara ini 2-3 kali sehari selama sekitar lima hari maka tekanan darah tinggi akan turun.
Atau ingin dengan merasakan khasiat racikan jamu?
Inilah racikan jamu yang pernah dilakukan nenek moyang.
murbei c
Ambil 20 lembar daun murbei, 8 buah ranti, 1/2 sdt (sendok teh) adas, 1/4 jari pulasari. Seluruh bahan dicuci, dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air bersih, ditambah 3 jari gula aren, biarkan sampai airnya menjadi 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum 3 kali sehari. Lakukan cara ini dalam beberapa hari.
Sumber : KORAN MERAPI Sabtu Legi, 14 Januari 2006

BATUK

daun-saga-2-w

Daun saga bisa dimakan begitu saja sebagai obat batuk

          Batuk adalah reaksi refleks tubuh kita untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan mengganggu saluran pernapasan. Batuk disebabkan oleh radang atau iritasi pada lapisan lendir saluran pernapasan, alergi, asap rokok atau penyebab lainnya.

Yang bisa Anda lakukan
Kurangi minum es dan makanan yang manis atau pedas, juga goreng-gorengan. Usahakan banyak minum air putih (sedikitnya 10 gelas sehari).
Segenggam daun saga (Abrus precatorius L.) segar dicuci bersih lalu diseduh dengan segelas / secangkir air panas dan diminum seperti teh. Atau, bisa juga dimakan segar.
Bakar jeruk nipis di atas api, lalu belah dan oleskan kapur sirih di atasnya. Peras airnya lalu diminum. Bisa ditambahkan sedikit air putih.
Segenggam bunga belimbing wuluh / 5 buah belimbing wuluh masak direbus dengan 1 gelas air dan tambahkan 1 buah gula batu. Setelah mendidih dan airnya tinggal 1/2 gelas, angkat, saring dan dinginkan. Minum pagi dan sore sampai batuknya reda.
Untuk anak balita yang terkena batuk, bisa dengan menghaluskan 2 siung bawang merah yang telah dicuci bersih. oleskan ke dadanya di bagian atas, juga leher bagian depan. Selanjutnya, biarkan mengering sendiri. Cara ini akan membantu meredakan batuknya.
Komentar Ahli
Bawang merah memang bisa digunakan sebagai obat batuk dan peluruh dahak, disamping sebagai obat penurun panas. Tetapi hanya untuk batuk yang disebabkan oleh “masuk angin”. Bila penyebabnya infeksi tenggorokan, bawang merah saja tidak akan menyembuhkan.
Sumber : Majalah Nirmala
Batuk adalah reaksi refleks tubuh kita untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan mengganggu saluran pernapasan. Batuk disebabkan oleh radang atau iritasi pada lapisan lendir saluran pernapasan, alergi, asap rokok atau penyebab lainnya.
Yang bisa Anda lakukan
• Kurangi minum es dan makanan yang manis atau pedas, juga goreng-gorengan. Usahakan banyak minum air putih (sedikitnya 10 gelas sehari).
• Segenggam daun saga (Abrus precatorius L.) segar dicuci bersih lalu diseduh dengan segelas / secangkir air panas dan diminum seperti teh. Atau, bisa juga dimakan segar.
• Bakar jeruk nipis di atas api, lalu belah dan oleskan kapur sirih di atasnya. Peras airnya lalu diminum. Bisa ditambahkan sedikit air putih.
• Segenggam bunga belimbing wuluh / 5 buah belimbing wuluh masak direbus dengan 1 gelas air dan tambahkan 1 buah gula batu. Setelah mendidih dan airnya tinggal 1/2 gelas, angkat, saring dan dinginkan. Minum pagi dan sore sampai batuknya reda.
Untuk anak balita yang terkena batuk, kami biasa menghaluskan 2 siung bawang merah yang telah dicuci bersih. oleskan ke dadanya di bagian atas, juga leher bagian depan. Selanjutnya, biarkan mengering sendiri. Cara ini akan membantu meredakan batuknya.
Edi Susanto Surakarta
Komentar Ahli
Bawang merah memang bisa digunakan sebagai obat batuk dan peluruh dahak, disamping sebagai obat penurun panas. Tetapi hanya untuk batuk yang disebabkan oleh “masuk angin”. Bila penyebabnya infeksi tenggorokan, bawang merah saja tidak akan menyembuhkan.
Daun saga bisa dimakan begitu saja sebagai obat batuk.

Herbal Bagi Diabetes

Tahukah Anda, jumlah penderita diabetes melitus (kencing manis) di Indonesia ternyata menduduki peringkat keempat dunia? Bahkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan angka penderita diabetes ini selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Memang belum diketahui data akurat mengenai jumlah penderita diabetes di Indonesia. Namun, saat ini diperkirakan 2,5 persen penduduk Indonesia menderita diabetes.

Mengapa sampai demikian besar? Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alam UI, menjelaskan bahwa tingginya penderita diabetes di Indonesia sangat erat kaitannya dengan pola makan yang dianut mayoritas orang Indonesia. “Orang Indonesia cenderung mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan tanpa diimbangi konsumsi lemak dan protein,” katanya. Padahal asupan karbohidrat yang berlebihan memicu tingginya gula darah dalam tubuh, mengingat gula darah merupakan hasil metabolisme dari karbohidrat.

Continue reading ‘Herbal Bagi Diabetes’

Sambiloto Si Pahit Berkhasiat Selangit

 

sambiloto

Sambiloto banyak di temukan di daratan Asia. Selain Indonesia, sambiloto juga terdapat di India, Filipina, Vietnam 

dan Malaysia. Tanaman yang bernama latin Andrographis Paniculata Ness ini dapat hidup subur di daerah tropis dengan ketinggian antara 1- 700 meter diatas permukaan laut.

Sambiloto merupakan tanaman semak yang mempunyai banyak cabang yang berdaun dan tingginya bisa mencapai kurang lebih 90 cm. Daun sambiloto kecil-kecil berwarna hijau tua dan bunganya berwarna putih. Sambiloto juga dapat berkembang biak sepanjang tahun, dengan biji maupun dengan cara stek batang. Perbanyakan dengan stek batang juga relatif mudah dilakukan. Caranya, pilihlah batang yang agak tua yang memiliki daun sekitar 10 helai. Batang tersebut dipotong sepanjang kurang lebih 20 cm lalu ditancapkan ke tanah di tempat teduh. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, tanaman sambiloto sudah mulai di penuhi daun muda. Bagian yang biasa digunakan untuk obat tradisional adalah daunnya yang rasanya sangat pahit. Sebenarnya selain daunnya, batang, bunga dan bagian akar juga bermanfaat obat.

Dari jaman dahulu kala hingga sekarang.
Relief daun sambiloto ada di Candi Borobudur serta di Kitab Serat Rama dalam bahasa Jawa Kawi di sekitar abad 18. Disebutkan sambiloto berkhasiat untuk mengobati prajurit Hanoman yang terluka ketika perang melawan Rahwana.

Continue reading ‘Sambiloto Si Pahit Berkhasiat Selangit’

Brokoli Makanan Penting Bagi Diabetesi

2653266164_44a38f65fe_o

Predikat brokoli sebagai superfood sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini, zat yang bernama sulforaphane ini, memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah.

Seperti dimuat di Jurnal Diabetes, sulforaphane mempu merangsang produksi enzim-enzim yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel secara signifikan. Sayuran-sayuran jenis brassica seperti brokoli sebelumnya memang berkaitan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke.

Orang yang mengidap diabetes tercatat memiliki risiko lebih besar hingga lima kali lipat mengidap penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke; yang keduanya juga berkaitan dengan kerusakan sel-sel pembuluh darah.

Dalam risetnya, tim dari Universitas Warwick, menguji pengaruh sulforaphane dalam sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes.

Mereka mencatat adanya 73 persen reduksi molekul tubuh yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS). Hiperglikemia dapat menyebabkan kadar ROS meningkat tiga kali lipat dan tingginya kadar molekul ini bisa merusak sel-sel tubuh. Peneliti juga menemukan bahwa sulforaphane mengaktivasi sejenis protein dalam tubuh yang disebut nrf2, yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi.

“Riset kami mengindikasikan bahwa zat seperti sulforaphane dalam brokoli dapat membantu menghadang proses yang berhubungan dengan perkembangan penyakit pembuluh darah dalam diabetes. Ke depan, penting artinya untuk menggelar penelitian untuk menguji apakah mengonsumsi sayuran brassica memberikan faedah bagi pasien diabetik. Kami berharap itu akan terjadi,” ujar pimpinan riset, Professor Paul Thornalley.

Sumber : http://rumahdiabetes.com

14 Kunci Efektifitas Pengobatan dengan Herbal

herbal-remedies-1

Kembali ke alam (back to nature) merupakan pilihan alternatif yang banyak diminati masyarakat saat ini, terutama dalam bidang pengobatan. Penggunaan tanaman berkhasiat obat atau lebih umum dikenal dengan herbal sebenarnya sudah lama digunakan oleh masyarakat. Hanya saja perkembangan kedokteran modern (barat) membuatnya hanya sebagai alternatif pilhan saja. Padahal sudah banyak bukti keampuhan dan khasiat herbal. Disamping lebih ekonomis, herbal juga mempunyai efek samping yang sangat kecil.

Walaupun demikian, masih banyak masyarakat kita yang meragukan khasiat herbal. Padahal ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa herbal tidak bekerja dengan efektif. Penyajian yang salah, waktu minum yang tidak tepat, dosis yang tidak tepat, dan ketidak sabaran pemakainya adalah faktor-faktor yang menyebabkan herbal tidak efektif. Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma dalam bukunya “Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit” menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi herbal, sbb:

1. Cuci simplisia tumbuhan obat (herbal) dengan air mengalir sampai bersih.

2. Segera gunakan herbal segar yang telah bersih untuk pengobatan. Jika bahannya besar atau tebal, sebaiknya potong-potong tipis agar saat perebusan zat-zat yang terkandung didalamnya mudah keluar dan meresap dalam air rebusan. Untuk herbal yang disimpan, keringkan lebih dahulu setelah dicuci agar tahan lama dan mencegah pembusukan oleh bakteri dan jamur. Bahan kering (simplisia) juga lebih mudah dihaluskan untuk dijadikan serbuk (bubuk). Pengeringan dapat langsung di bawah sinar matahari atau memakai pelindung. Dapat juga diangin-anginkan, tergantung dari ketebalan atau kandungan airnya.

3. Seduh langsung bahan yang telah dijadikan bubuk (serbuk) dengan air panas atau mendidih.

Continue reading ’14 Kunci Efektifitas Pengobatan dengan Herbal’


Blog Stats

  • 2,056 hits
September 2016
M T W T F S S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

perfomance